WELCOME TO MOMMY'S TRIPLE BLOG

MENJADI ABDI NEGARA DAN MENJADI SEORANG IBU MEMBUAT HIDUPKU SEMAKIN BERWARNA. PENGALAMAN BERTUGAS DI PROTOKOL SEKALIGUS MENJADI IBU DARI ANAK KEMBAR TIGA MEMBUAT HARI DEMI HARI DALAM HIDUP INI SEAKAN BEGITU BERARTI UNTUK DILUPAKAN.



MUDAH-MUDAHAN BLOG INI MAMPU MENJADI TEMPAT UNTUK BERBAGI IDE BAGI PARA SAHABAT ATAUPUN SEKEDAR SHARING PENGALAMAN BAIK DI BIDANG KEPROTOKOLAN MAUPUN DALAM PERJUANGAN UNTUK MEWUJUDKAN MIMPI MENJADI SEORANG IBU.



Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2009

Haru Biru IPDN



Tak terasa enam tahun sudah aq tak menginjakkan kaki di Kampus Biru Lembah Manglayang. Dan pada jumat 11 September kenangan masa lampau itu seakan terulang kembali. Ketika menyaksikan betapa membanggakannya acara wisuda dan pengukuhan para Pamong Praja Muda Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri.

Tapi di tengah kebanggaan itu,, sedikit terselip rasa kecewa di hatiku. Kenapa Pamong Praja Muda tidak lagi diWisuda oleh Mendagri dan kenapa Presiden tidak pernah mau lagi menginjakkan kaki di IPDN untuk mengukuhkan Pamong Praja Muda??? Masih teringat akan enam tahun yang lalu,,, betapa bangganya aq bisa berjabat tangan dengan seorang Menteri Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia kala itu. Sebuah mimpi yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

IPDN...wajahmu memang tak banyak berubah. Kampus nan megah,, berdiri tegak mendobrak kesunyian Jatingor. Tak kan pernah bosan aq tuk selalu memandangi wajahmu oh IPDN...tapi aq msh belum terbiasa dengan tulisan besar di depan kampus itu........

IPDN...IPDN....semoga engkau abadi...Semoga kenangan ini masih akan terulang lagi hingga sepuluh bahkan seratus tahun lagi. Semoga............

Selasa, 30 Juni 2009

Bedah Rumah Di Dusun Pucang, Kubu



Seorang pemimpin harus memiliki rasa kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap kondisi masyarakat yang ia pimpin. Dan hal ini telah ditunjukkan oleh kepemimpinan Bp Mangku Pastika Gubernur Bali dan Bp I Wayan Geredeg Bupati Karangasem.

Berkat komunikasi yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah kabupaten, propinsi dan pengusaha swasta maupun BUMD akhirnya pada hari Minggu, 28 Juni, di dusun Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu telah dicanangkan program bedah rumah, dengan sasaran 47 rumah tidak layak huni.

Acara Pencanangan tersebut langsung dihadiri oleh Gubernur Bali beserta ibu, Ketua Yayasan Bina Kasih Insani selaku sponsor pada kegiatan bedah rumah ini dan tentu saja Bupati Karangasem beserta ibu ikut hadir mendampingi.

Dalam sambutannya Gubernur Bali berharap, kedepannya nanti kegiatan-kegiatan sosial kerjasama dengan pihak swasta harus ditingkatkan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility)

Ada sesuatu hal yang sangat berbeda telah kita temukan pada saat acara tersebut berlangsung, dimana partisipasi masyarakat begitu besar menyambut program bedah rumah tsb. Padahal masyarakat Pucang terkenal agak apatis dengan program-program pemerintah.

Dari anak-anak sampai orang tua rela datang jauh-jauh mendaki medan yang cukup sulit dijangkau hanya karena ingin menyaksikan acara tersebut. Malah gubernur sedikit berkomentar ketika melihat seorang nenek yg ikut hadir pada acara itu,, duduk manis di depan sibuk sendiri dengan snack dan makan siang yang dibagikan oleh panitia. Setiap suap yang masuk dimulutnya terasa begitu nikmat dirasakan. Mungkin saja nenek renta itu,, baru kali ini merasakan makanan yang berbeda dari yang biasanya ia makan.

Disinilah kita harus membuka mata dan hati kita,,, bahwa masih banyak masyarakat di luar sana yang terbelenggu oleh lingkaran setan kemiskinan. Masyarakat yang bahkan hingga akhir usianya belum pernah merasakan kenikmatan dunia, sandang, pangan maupun papan.

Senin, 22 Juni 2009

Go To Palembang. Yuk...k...!!!




Akhirnya pernah juga aq menginjakkan kaki di Kota Empek - empek. Kebetulan ada Undangan dari Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan agar Pemkab Karangasem ikut berpartisipasi pada Acara Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo 2009.

Bersama dengan rombongan Disperindag dan hadir pula Ibu Bupati dan Ibu Sekda sebagai peninjau pada kegiatan tersebut. Berangkat Senin pagi buta dari Amlapura akhirnya tiba di Palembang ketika menjelang magrib, karena rombongan harus transit dulu di Soekarno Hatta.

Festival Sriwijaya ke-18 dan Sriwijaya Expo 2009 secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan Bp H Alex Noerdin pada Hari Selasa, 16 Juni 2009 di KOmpleks Dekranasda Jakabaring Palembang. Kegiatan ini akan berlangsung selama 7 hari dan akan ditutup pada tanggal 23 Juni 2009.

Sriwijaya Expo diikuti oleh 135 stand baik lokal maupun luar kota. Selain mempromosikan produk lokal hadir juga peserta dari Propinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Pangkal Pinang, Yogyakarta, Jawa Timur,DKI Jakarta dan Bali. Kabupaten Karangasem merupakan satu-satunya Kabupaten yang mewakili Bali dalam event tersebut.

Menurut Kadisperindag Kab. Karangasem "Ibu Puspa Kumari" ketertarikan mengikuti event ini, karena ingin memperkenalkan berbagai produk kerajinan lokal buatan Karangasem kepada masyarakat Palembang. Karena selama ini Kab. Karangasem lebih sering untuk mengikuti expo yang diadakan di Jakarta.

Stand Kab. Karangasem cukup mendapat perhatian dari pengunjung. Berbagai kerajinan ditampilkan pada acara tersebut seperti kerajinan ate, bokor kau, tenunan, ukiran kayu, makanan ringan khas karangasem seperti kripik nangka, kripik salak, manisan salak hingga ke dodol salak.

Ibu Bupati dan Ibu Sekda yang ikut menjadi Peninjau pada acara tersebut juga ikut turun ke lapangan dan tak segan memberikan masukan mulai dari desain stand bahkan ikut turun tangan merayu pembeli agar berbelanja di Stand Karangasem.

Senin, 09 Maret 2009

Suara Hati Se-orang Purna Praja


Ada apa dengan IPDN???
Sepertinya purna praja tak akan pernah berhenti mengelus dada melihat ulah adik2 di Lembah Manglayang. Hampir setiap tahun ada saja berita yang memojokkan kampus kita tercinta. Entah itu kasus kekerasan bahkan pelecehan seksual.
Apa yang salah dengan kampus ini? Sebagai seorang alumni, terasa sulit untuk mengurai benang kusut ini. Sangat disayangkan, kalau kampus tak berdosa ini mendapat caci maki dr orang2 yang tak mengerti dengan kondisi yang terjadi didalamnya. Siapa sebenarnya yg harus dipersalahkan untuk kelalaian dan permasalahan yang terjadi di Kampus ini.
Pertama : Tinjau kembali Proses Penerimaan Calon Praja IPDN
Jangan Utamakan Kuantitas,,, tapi perhatikanlah KUALITAS. Selama ini jumlah praja yang diterima di IPDN bahkan bisa mencapai 1000 orang untuk seluruh Indonesia, dengan alasan permintaan daerah. I think it doesn't wise reason. Lebih baik yang diterima hanya 100 orang, tp ke-100 orang tersebut adalah orang-orang yang cerdas secara intelektual dan emosional, yang nantinya akan menjadi kader-kader pemimpin yang berilmu dan beriman di daerah.

Kedua : Tinjau kembali kurikulum pendidikan, pelatihan dan pengasuhan. Pendidikan harus diisi dengan ilmu2 yang Up to date. IPDN harus bekerjasama dengan UI, UNPAD ataupun UGM untuk dapat memperluas wawasan.
Untuk pengasuhan : minimal 1 barak harus diawasi oleh 1 orang pengasuh. Dan pengasuh itu harus tinggal bersama praja

Ketiga : Lakukan kembali fit and proper test pada Dosen dan Tenaga Pengasuh di IPDN. Bagaimanapun mereka adalah rule model bagi para siswa disana. Menurut penulis tenaga pengajar dan pengasuh di IPDN banyak yang harus diperbaharui.
Pengasuh memiliki peran yang menentukan bagi pembentukan karakter praja. Menurut kacamata penulis,,,banyak pengasuh IPDN yang kurang layak untuk dijadikan rule model, baik dari kecerdasan intelektual maupun emotionalnya.

Pengalaman pengulis selama mengikuti pendidikan kedinasan di SMA TN, meskipun pengasuh berasal dr militer tapi mereka mampu menempatkan diri sebagai seorang senior, sahabat bahkan mampu menggantikan sosok seorang ibu. Pengasuh putri khusunya dipilih dari para KOWAD/POLWAN terbaik dr kesatuan mereka masing2.


Sudah sepatutnya setiap orang yang telah mendapatkan kesempatan menuntut ilmu di Lembah Manglayang, tahu dan sadar untuk selalu berterimakasih pada setiap kemudahan dan fasilitas yang telah diberikan oleh Pihak Sekolah. Ingatlah bahwa kita adalah Anak-Anak Negara, anak-anak yang beruntung karena telah dibiayai oleh Pemerintah dari pajak yang dibayarkan oleh seluruh rakyat Indonesia dari Sabang Sampai Merauke. Rakyat Indonesia tidak pernah mengharapkan Ucapan Terimakasih dari Mulut Kita Sendiri,,, tapi mereka hanya mengharapkan bahwa Anak-anak Negara ini nantinya akan menjadi Pemimpin-Pemimpin Masa Depan yang akan Berbakti bagi Masyarakat, Bangsa, Negara dan Dunia.

Jadi sudah sepatutnya kita sebagai anak negara untuk Sadar Diri........

Selasa, 27 Januari 2009

Hukuman Mati Terdakwa Kasus Susu Bermelamin

Terdakwa Zhang Yujun dan Zhang Yanzhang dituduh terlibat dalam produksi bubuk yang dibubuhi melamine yang membuat susu tampak berkadar protein lebih tinggi.
"Bubuk protein" itu kemudian dijual ke perusahaan susu, dan menyebabkan kematian enam balita dan membuat sakit 300.000 anak kecil.
Dua vonis ini merupakan hukuman pertama yang dijatuhkan berkaitan dengan skandal tersebut.
Sementara itu, hukuman seumur hidup dijatuhkan kepada Tian Wenhua yang menjabat general manager Sanlu Group.
Wartawan BBC Quentin Sommerville di Beijing melaporkan, wanita itu telah mengaku bersalah atas dakwaan memproduksi dan menjual produk palsu atau di bawah standard.
Perusahaan susu Sanlu menjadi titik pusat skandal. Dalam kasus ini, susu ditambahi air untuk memperbanyak volume pasokan dan menangguk untung lebih besar.
Mereka dituduh mencoba mengelabui publik dari perbuatan mereka dengan menambahkan bahan kimia industri, melamine.
Skandal ini mulai terkuak September lalu ketika sejumlah bayi, yang mengkonsumsi susu bubuk formula, jatuh sakit dengan gejala batu ginjal akibat keracuan melamine.
Ilegal
Vonis mati untuk Zhang Yujun adalah hukuman pertama yang dijatuhkan oleh Pengadilan Rakyat Wilayah Shijiazhuang di belahan utara Cina, yang menjadi basis tempat perusahan susu Sanlu.

Zhang Yujun dituduh membahayakan keselamatan publik dengan menghasilkan dan menjual susu yang dibubuhi melamine industri, lapor kantor berita Xinhua. Dia dituding mengelola tempat kerja ilegal di Provinsi Shandong di belahan timur Cina, yang memproduksi 600 ton bubuk protein palsu dan merupakan sumber melamine terbesar di Cina.
Pemerintah khawatir akan kemarahan publik atas peristiwa tersebut, dan bahkan menahan orang tua dari bayi yang menderita, lapor wartawan BBC Quentin Sommerville. Misalnya, Dong Xiouliang, ditahan oleh pihak berwenang ketika hendak terbang ke Shijiazhuang, guna mendengarkan keputusan pengadilan hari ini.
"Saya kira saya memiliki hak untuk melihat jalannya pengadilan. Kami ingin melihat para penjahat itu dihukum," ujar Dong. "Kami tidak akan membuat keributan, dan mereka sama sekali tidak memiliki alasan untuk menghalangi kebebasan kami," tambahnya.
Keluarga para korban skandal mengatakan, kurangnya keterbukaan, dan korupsi di kalangan pejabat membuat mereka sama sekali tidak percaya dengan sistem keamanan pangan negeri itu, dan kasus seperti ini bisa terjadi lagi di masa depan.
Saat menanggapi vonis pengadilan, Zheng Zhu Zhen, yang anaknya meninggal setelah meminum susu yang tercemar, mengatakan, Tian Wenhua semestinya juga dijatuhi hukuman mati. "Meskipun mereka yang terlibat langsung dalam skandal ini dihukum, namun kami tidak senang bahwa pejabat di tingkat pemerintahan lokal, dan pemerintah pusat yang bertanggung jawab, tidak diadili," kata Zheng

My Comment:
Memprihatinkan sekali....sepertinya di dunia ini masih banyak orang yang ingin bahagia di atas penderitaan orang lain. Bagaimana tidak, melamin yang berbahaya bagi manusia malah dengan sengaja dicampurkan ke dalam susu yang notabene merupakan unsur pelengkap gizi dalam makanan. Ingat kan 4 sehat lima sempurna !!!
Banyak orang tua yang mengharapkan buah hatinya akan tumbuh sehat dan cerdas. Susu yang mahal pun bukanlah masalah demi investasi bagi kualitas buah hati mereka. Tapi apa jadinya, jika susu yang sehat malah menjadi racun pembunuh bagi anak-anak mereka ???
Sangat wajar jika Pengadilan Rakyat Wilayah Shijiazhuang di belahan utara Cina menjatuhkan hukuman mati pada pihak yang terlibat langsung dalam kesengajaan tersebut. Apalah artinya menghilangkan dua atau lebih nyawa orang-orang yang tidak berperikemanusiaan dibandingkan dengan kehilangan tunas-tunas harapan bangsa.
Seharusnya Bangsa Indonesia bercermin pada sikap dan ketegasan dari Pemerintah Cina dalam menegakkan hukum khususnya pada kasus pemalsuan baik pada makanan, obat, etc. Banyak kasus terjadi di Indonesia, mulai dari mencampur borax kedalam bakso, mencampur formalin agar tahu kenyal dan awet, pemalsuan obat maupun jamu, serta masih banyak kasus lainnya. Coba bayangkan apa jadinya jika orang mengkomsumsi obat-obat yang dipalsukan. Maunya sembuh ,,, eh koq malah modar......r.
Tapi Pemerintah Indonesia khususnya Badan POM seolah tidak peduli dan mengganggap sepele masalah-masalah tersebut. Pelaku pemalsuan hanya mendapatkan hukuman 2-3 tahun saja. Pernahkah di bayangkan multiplier bad effect yang ditimbulkan ???
Janganlah beranggapan bahwa rakyat Indonesia sudah semua paham dan sadar serta mampu memilih mana makanan yang layak atau tidak untuk dikonsumsi. Padahal kenyataannya rakyat Indonesia masih banyak yang hidup kekurangan, masih banyak yang belum mengerti arti pentingnya makanan sehat dalam mambangun kualitas anak-anak mereka.
Jadi fenomena melihat anak-anak mengkonsumsi ”bakso dicampur borax, dengan tambahan mie berformalin dan saos yang telah dicampur rodamin, dengan kuah penuh monosodium glutamat” sudah bukan hal aneh lagi di Indonesia. Oh no........... ya Tuhan saya tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka dua puluh tahun yang akan datang.
Memang bukan hal yang mudah untuk menyelesaikan masalah pencemaran maupun pemalsuan produk makanan di Negara kita. Apakah di antara kita tidak ada yang prihatin dengan hal ini. Kenapa LSM, Mahasiswa, Parpol ataupun pihak manapun tidak ada yang berani bersuara lantang terhadap kasus-kasus seperti ini??? Apakah isu pencemaran ini kalah menarik dibandingkan dengan isu korupsi ataupun pornografi
Kalau aq boleh berpendapat, saya mendukung Pemerintah Indonesia memberlakukan Hukuman Mati bagi siapapun yang berani melakukan pemalsuan maupun kepada mereka yang dengan sengaja memasukkan zat-zat berbahaya kedalam produk makanan. Maaf jika aku harus berkata : Kill or To be Killed...............